Teman-teman Lama

September 1st, 2006 by jamie24hours

Hari kedua di bulan September. Masih seperti kemarin, sayah merasa nyaman nongkrong di depan kompi gendut ini. Yeargh…setelah semaleman kemaren sampe dini hari tadi sayah melepas rindu dengan teman-teman lama sayah yang serasa sudah beabad-abad gak ketemuan, sekarang, di tengah hari bolong ini, entah kenapa sayah sudah membuka mata dan kembali nongkrong di sini. Kaya orang kurang kerjaan yak?

Kata Boni kemaren, Rena mungkin ke Jakarta tanggal 9 ini. Jadi harap-harap cemas nih. Pasalnya, sayah kangen banget sama makhluk busuk yang satu itu. Sayah sangat berharap dia bener-bener dateng pada tanggal itu, sehingga kami bisa as soon as possible alias sesegera mungkin melepas rindu di bawah pohon cemara (halah!apa sih?!). Rena…oh…Rena…(cih!najis!). Pasti nih orang udah ke-GR-an kalo baca tulisan ini. Pesen sayah untuk dia, "Heh!Cumi!Jangan lupa bawain kado yang bagus yak buat ultahku ntar!Awas gak…tak kosek awakmu!" Dan, ada satu hal baru lagi yang sayah ketahui tentang dia, bahwa dia sekarang, kata Boni, "Biar liar tapi anak rumahan…" Wehey…whadup sist? Menebus dosa setelah sekian waktu jadi anak durhaka yak? Wahahaha…kidding…!

Kemaren juga, eh gak ding, dini hari tadi, sayangku yang gila yang punya nama Nurdiansyah tapi dibikin sok keren jadi "Adek" online juga. Bener-bener melepas rindu dengan teman lama deh temanya semaleman sampe pagi tadi. AdaArdi, ada Adon yang besok ultah, ada Erik yang juga mo ultah deket-deket ultahku ntar (maw tuker kado gak rik?), ada Faris juga yang suka manggil sayah dengan sebutan ‘mbak dew’ (jelek banget bukan?). Pokoknya serasa di MLG dah kemaren tu. Jadi tambah kangen….

Oia…satu lagi…kemaren sayah call mamah. Hiks :( kangen mamah! Mana kemaren mamah pake bilang, "Mamah sayaaaaaang banget sama kamu, Nak!" Jadinya sayah tambah sedih…

Tapi yasudalah, gausah dibahas lagi…
Yang penting…HARI INI TERLALU INDAH UNTUK DIBURAMKAN!!!

Jadi…semua akan baik-baik saja…

September 1st, 2006 by jamie24hours

Banyak sekali hal yang membuat kepala sayah pening belakangan ini. Tentang sayah, tentang dia, tentang kami dan perjalanan hidup kami yang semakin memusingkan kepala. Bagaimana tidak, di satu hari dia bisa terlihat layaknya malaikat baik hati yang membawakan sejuta cinta yang manis buat sayah, namun di hari lain dia terlihat seperti setan yang sedang murka dan tak bisa dibendung lagi keberingasannya. Saya selalu dihantui rasa serba salah, diam salah, melawan pun salah. Dan akhir cerita, saya memilih untuk diam, diam, dan akan tetap diam.

Apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi, sayah akan tetap diam, menerima semuanya dengan lapang dada, dan tetap mencintai dia. Ya, sayah akan tetap mencintai dia. Di setiap detik kebersamaan kami, sayah akan selalu mencintai dia. Dan sayah hanya bisa berharap…semua akan baik-baik saja…

Terlambat Untuk Menyesal

July 28th, 2006 by jamie24hours

Kapanpun dan dimanapun, penyesalan itu selalu datang di akhir cerita. Sama seperti yang sayah alami sekarang ini. Saat nasi sudah terlanjur menjadi bubur, saat semua sudah terjadi, saat tidak ada lagi pilihan lain, sayah hanya bisa menyesali semua kebodohan sayah selama hampir setahun ini.

Semua berawal dari kejenuhan sayah akan hari-hari yang sayah rasa semakin buruk tiap detiknya, dimana sayah merasa tidak ada lagi yang bisa sayah andalkan untuk sayah jadikan pegangan dalam meniti balok kehidupan yang serasa semakin tipis dan seolah ingin menjatuhkan sayah dengan sekali guncangan. Sampai saat sayah merasa menemukan orang yang tepat yang sesuai dengan imaji sayah. Orang yang sederhana dan apa adanya, orang yang sangat santun dan penuh perhatian. Sayah kagum pada tutur bahasanya yang mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan.

Tapi ternyata sayah salah menilai buku hanya dari sampul luarnya saja. Setelah sayah menjalani hari yang serasa sangat panjang dan penuh liku bersamanya, barulah sayah tau bahwa dia bukan seperti yang sayah pikirkan selama ini. Dia bukan seorang dewasa dan bijaksana seperti kelihatannya. Dia sama rapuh dan lemahnya seperti yang lainnya yang pernah sayah kenal. Dia ternyata tidak jauh lebih kuat daripada sayah.

Entah kenapa sampai detik ini sayah masih sungguh menyayanginya. Meskipun semakin hari semakin sakit, tapi semakin sayah menyayanginya. Tapi dia seolah memaksa sayah untuk putus asa dan beranggapan bahwa semua tentang kami sudah tidak ada harapan untuk diperbaiki lagi. Dia membuat pikiran sayah dipenuhi oleh keinginan untuk mengakhiri hidup ini sesegera mungkin. Sayah bahagia jika orang yang sayah sayangi bahagia, dan kalau memang kebahagiaannya bisa dia dapatkan hanya dengan jauh sejauh-jauhnya dari muka sayah, sayahpun rela untuk pergi, selamanya, dan tidak akan kembali lagi untuk apapun dan siapapun juga.

Sejauh ini sayah sudah penuh kecewa dalam sepanjang hidup sayah. Kecewa pada semua yang pernah sayah alami dalam tiap hela nafas, pada semua yang pernah sayah kenal dan menemani sayah sepanjang hidup sayah, pada apapun yang pernah sayah lihat. dan sekarangpun sayah harus kecewa lagi pada kehidupan yang mau tidak mau harus diakui kebusukannya.

Allah…apakah Engkau ada? Lalu apa yang akan Kau perbuat dalam keadaan seperti ini? Atau Kau sedang merancang lagi satu kekecewaan buat sayah? Lakukan sesuatu yang tidak buram kalau memang Kau Maha Baik…jangan Kau pudarkan warna-warni cerah kehidupan sayah! Percuma saja Kau menghembuskan nafas kehidupan buat sayah kalau hanya untuk jadi boneka barbie-Mu yang dengan mudahnya Kau pindahkan, Kau mainkan, Kau angkat tinggi-tinggi, dan Kau jatuhkan keras sekali!

:=: mahaDHEWi :=:

July 23rd, 2006 by jamie24hours

Image06kau tak akan pernah tau apa yang kau miliki hingga nanti kau kehilangan…

Mungkin sekarang kamu nggak nyadarin apa arti sayah hadir dalam kehidupan kamu. Tapi kelak jika kita sudah berpisah, maka kamu akan tau bahwa hanya sayah yang bisa mencintai kamu seperti ini. Suatu saat kamu akan menyadari bahwa sayah sangat berarti dalam hidup dan langkah kamu. Sayah pun gak bisa maksa kamu harus merasakannya sekarang, karena memang kesadaran dan penyesalan selalu datang di akhir episode. Tapi, kalo masih boleh sayah berharap, semoga semuanya belum seterlambat itu.

Sesungguhnya, dari hati yang paling dalam, sayah sayang kamu. Walau sulit menghilangkan gengsi ini untuk mengungkapkannya, tapi sayah berusaha untuk bilang bahwa sayah sayang kamu.

When It’s Over…

July 12th, 2006 by jamie24hours

Saatnya semua harus berakhir, dan sayah sama sekali gak tau apakah sayah akan bisa jatuh cinta lagi. Rasanya sayah sudah mau muntah dengan hal-hal yang berbau cinta. Semua itu hanya bikin pening kepala dan bikin hati luka. Mungkin ‘Dewi Cinta’ emang gak berpihak pada sayah, entah kenapa. Mungkin juga karena kesombongan sayah dalam bercinta. Baru kali ini sayah merasakan mencintai seseorang dari hati, dan kali ini juga sayah tau rasanya terluka yang bener-bener terluka. Sayah sadar kalo selama ini sayah sudah sering menyakiti hati orang, terutama hati dia yang dengan tulus mencintai sayah dan menjadikan sayah sebagai ‘kekasih hidup mati’nya.

Namun bagaimanapun juga, sayah tetep gak brani bercinta lagi. Terlalu lekat bayangan ini, menyiksa, merasuki setiap mimpi malam sayah. Rasanya sangat berat, dan harus diakhiri sampai disini. Bukan kalah, dan tidak mengalah, karena sayah tidak akan pernah puas sebelum semua ini terbalaskan dengan sempurna. Sayah hanya pergi, tak mau bersentuhan dengan cinta lagi, dan membuat dia sengsara hidup dan mati.

Mungkin sayah harus restart kehidupan sayah. Anggap saja sayah yang dulu sudah mati, jasadnya hilang ditelan bumi. Dan yang sekarang berada di sini adalah sayah yang baru, bereinkarnasi jadi nenek sihir jahat yang akan menghalalkan segala cara untuk membuat orang lain menderita. Hahahahahaha…

Selamat tinggal semua kenangan busuk!!!
Selamat datang kenyataan…hidup dengan normal…tumbuhkan rasa percaya diri…jadilah tegar…dan…tunggu apa yang akan terjadi…

Percaya Nggak Percaya

July 11th, 2006 by jamie24hours

Terserah kalo ada yang mau percaya, terserah juga kalo ada yang gak percaya. Tapi sayah udah ngalamin sendiri yang namanya karma. Dimana dulu sayah pernah menyakiti hati seseorang begitu dalam dan pastinya tak akan terlupakan olehnya, dan sekarang sayah tau gimana rasanya tersakiti yang lebih sakit dari sakit-sakit yang pernah sayah rasakan selama hidup sayah. Sekarang sayah hanya bisa berharap semoga karma ini hanya berakhir di sini saja. Jangan sampai ada orang lain, terutama orang yang sayah sayangi, ikut terkena imbas dari perbuatan sayah.

Sayah punya seorang adik laki-laki, dan sayah sangat sayang padanya. Sayah terus berharap semoga kelak saat dia dewasa, dia tidak bernasib sama seperti orang yang telah sayah sakiti itu. Cukup sekarang sayah saja yang ngrasain luka ini. Luka yang gak bakal mengering sampai akhir hayat sayah. Luka yang selalu memaksa sayah mengingat orang yang telah menyakiti sayah, juga memaksa sayah membencinya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Sayah patahkan segala sakit dan luka sampai sini agar tidak terus berlarut sampai besok…besok…dan besoknya lagi.

Setiap orang punya perasaan, tidak hanya punya otak saja. Emang semua harus dipikir dengan otak, tapi dalam mengambil keputusan, perasaan juga diperlukan. Tapi dalam keadaan seperti ini, sepertinya perasaan sayah sudah mati. Yang ada hanya statement bahwa "jika kamu merasa tertindas, maka kamu harus melawannya". Orang yang telah menyakiti sayah sendirilah yang pernah mengatakan hal itu pada sayah. Dan jika sekarang sayah merasa bahwa dia begitu menggebu menindas sayah, maka dengan berat hati sayah harus melawannya, apapun caranya, baik atau buruk itu, dan gak peduli sama resiko yang bakal terjadi nantinya.

Akan sayah tempuh segala cara untuk bisa membuat dia menyadari bahwa dia telah sangat dalam menyakiti sayah, menghancurkan segala mimpi dan harapan sayah terhadapnya. Sayah sudah muak dan lelah dengan segala permainan ini. Sayah harus bangkit, berdiri tegak, dan maju menyerang. Sayah harus bisa!

Dan yang bisa sayah doakan hanyalah supaya ini juga berakhir sampai disini saja, antara sayah dan dia. Semoga tidak ada yang terkena karmanya dikemudian hari. Tidak dari pihak sayah, tidak juga dari pihaknya. Dan sayah pun gak mau sampai mengeluarkan kutukan yang kejam terhadap siapapun.

Akhirnyah…

July 9th, 2006 by jamie24hours

Setelah dengan penuh harap cemas menantikan balasan gol dari Itali untuk Perancis, akhirnya pertandingan berakhir dengan keunggulan Itali. Untunglah pilihan sayah tepat. Dan untunglah dukungan pak SBY kali ini tidak membawa sial bagi yang bersangkutan. Hehehehehe…

Dan hari ini sangat tenang. Bangun siang hari keadaan masih sepi. Semua masih merebahkan tubuh mengistirahatkan otak yang telah diforsir sampai subuh tadi. Hanya ada sayah sendiri di depan kompi kesayangan kami ini. Dan hanya ada sayah sendiri yang sedang kelaparan, gak tau harus gimana, karena sayah juga lagi bokek. Hehehehe…kecian de lu!

Sepertinya hari ini tidak akan buram. Perasaan sayah mengatakan kalau hari ini bakal jadi hari yang baik dan patut untuk dinikmati…

Liat ajah nanti…

Apa Siiihh??

July 9th, 2006 by jamie24hours

Setelah beberapa waktu alpa dari dunia per-blog-an, akhirnya ada juga kesempatan buat sayah kembali menuangkan kata-kata hangat dalam gelas blog ini. Selamat menikmati…

Beberapa hari yang lumayan melelahkan tapi juga sangat menyenangkan. Sekarang sayah tak lagi hanya berbengong diri sajah di rumah, karna sayah sudah punya kesibukan yang lumayan membuat sayah melupakan segala kepenatan yang sebenernya sedang ada saat ini. Dan ini sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental sayah, juga dia yang kemana-mana selalu bersama sayah. Duh senangnyah hati sayah…

Di tempat sayah yang baru ini sayah tidak banyak bicara seperti yang sudah-sudah. Hanya untuk menghindari konflik, walaupun sayah rasa orang-orang di sana tidak ada yang suka berkonflik. Rasanya trauma banget sama kejadian minggu lalu. Padahal sayah sudah tau kalo wanita itu mulut, ati, dan mukanya ada dua, tapi tetap saja sayah tertipu oleh wanita, lagi-lagi.

Tapi lupakan sajah hal-hal yang bikin hari jadi buram itu. Sekarang yang penting sayah akan mewarnai hari-hari sayah dengan merah, kuning, dan hijau kehidupan. Jadikannya cerah di setiap detiknya.

Saat ini sayah sedang duduk di depan kompi yang semakin hari semakin lemot dan bikin orang naik darah. Pasalnya, bukan hanya loading yang lambat saja, tapi juga mouse yang amat sangat menyebalkan ini membuat sayah jadi tidak nyaman melakukan apapun dengan kompi ini. Ditambah lagi saat ini koneksi lagi down. Jadi lengkap sudah kekesalan sayah pada kompi ini.

Ada satu lagi yang bikin sayah jadi gak bersemangat. Sayah sedang dalam dilema memilih antara mendukung Itali atau Perancis. Saat sayah sudah mengambil keputusan untuk lebih condong ke Itali, sialnya, mereka malah mengecewakan sayah. Satu gol penalti di awal pertandingan oleh Zidane. Huh! Gara-gara SBY dukung Itali, jadi sial deh Italinya. Tapi sebenernya seh waktu masih panjang, dan sayah pun masih bisa berharap Itali jadi juara dunia. Tapi ini bukan berarti sayah mendukung SBY ya…hehehe…!

Apa lagi ya yang mau sayah ceritakan. Kayanya itu ajah dulu deh. Soalnya saya ngrasa cerita sayah semakin kesini semakin buram. Biar sayah cerahkan dulu otak sayah, supaya cerita sayah pun jadi cerah.

See ya…

Tidak Terlalu Buram

June 28th, 2006 by jamie24hours

Haduh…haduh…haduh…heran sayah! Kok bisa ya ada orang sakit jiwa kaya gitu. Tapi sayah juga gak mau terlalu ambil pusing sih. Masih banyak hal yang lebih layak untuk dipikirkan daripada harus menghabiskan tenaga untuk meladeni hal gak mutu begini.

Ya, benar! Untuk saat ini memang sayah sedang tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang sama sekali gak mutu kaya yang terjadi kemarin. Sebenernya sayah sudah tidak mau lagi jadi orang yang high-temper. Apalagi melakukan hal bodoh seperti itu. Ada sedikit benar juga sih yang dia katakan kemarin, bahwa sayah kampungan, tapi menurut sayah itu hanya sedikit ada dalam diri saya. Kalau kemarin dia kena imbas dari sikap kampungan sayah, itu karena dia sendiri yang memancing sisi kampungan dari diri sayah. Satu tamparan yang sama sekali tidak membuat sayah puas, karena dia sempat membalasnya. Dan hari ini sayah benar-benar pengen melenyapkan dia dari muka bumi. Ingin sekali sayah merobek mulutnya sampai batas telinga, mencolok kedua matanya sampai copot ke tanah, dan menarik rambutnya sampai otaknya keliatan. Tapi itu tidak sayah lakukan, karena sayah sendiri takut masuk penjara…wakakakaka…cuih…! Tapi bener deh, serius, seharian ini sayah mencoba untuk menenangkan hati sayah agar tidak terpancing amarah dan melakukan itu semua. Alhamdulillah saya berhasil.

Sekarang sayah duduk lagi di depan kompi lemot tercinta ini. Dan sayah sudah mulai bisa berpikir jernih. Bisa tertawa, walau hati menangis *halah*….wakakaka…! Bagi sayah hari ini tidak terlalu buram seperti kemarin. Sayah gak mau menghabiskan tenaga dengan memikirkan hal yang gak mutu. Apalagi sekarang ini ada Aay *sayang* yang udah dua hari ini nemenin sayah walo gak sepenuhnya untuk bersama sayah. Yang pasti sayah sangat senang bisa ada dekat dia. Dan satu lagi hal yang membuat hari ini tidak terlalu buram, dimana sayah menerima kenyataan bahwa posisi kerja yang sayah bayangkan ternyata jauh dibawah posisi kerja yang benar-benar diberikan pada sayah. Ini sangat sesuai dengan yang sayah inginkan. Duduk di belakang kompi, memainkan jari di tuts keyboard PC bermonitor flat, dan menguji ketelitian sayah memasukkan angka-angka seperti yang sering sayah lakukan pada jaman dahulu kala *halah*. Terimakasih SS. Dan yang harus sayah lakukan saat ini, gimana sayah bisa memenuhi kepuasan konsumen dan perusahaan, sehingga mereka bisa ngliat bahwa sayah punya loyalitas yang baik terhadap pekerjaan sayah.

Haduh…haduh…haduh…plis de! Kenapa sayah jadi sok keren gini ya. Tapi yasudala tak apa…
Thanks bwt yang dah baca blog sayah dan meninggalkan jejak di sini…Kalo sempet buka juga cerita kehidupan sayah yang mungkin serupa dengan yang udah kamu baca di sini. Tapi mungkin kamu bakal lebih enjoy dengan display yang sayah sajikan di sana *cuih…tetep sok keren*. Hehehehehehe…
Luv ya all….mmmuuuaaccchhh…

Nana Jadi “Cewe”

June 25th, 2006 by jamie24hours

Hari pertama sayah dengan mini skirt dan high heels. Rasanya sangat berat melangkahkan kaki keluar rumah dengan tampang seperti sekarang ini. Sayah sendiri serem ngliat di cermin. Sayah jadi gak kenal siapa bayangan di depan sayah itu. Kalau itu cermin berarti di depan sayah ya pastilah sayah sendiri, tapi rasanya yang sayah pandang sedari tadi itu sama sekali bukan sayah.

Hahahahahaha…Bener-bener kaya orang bego dah sayah saat ini. Dan sayah sangat berharap semoga ini gak lama. Semoga ini cuman jadi persinggahan sementara mimpi sayah, dan jadi batu lompatan untuk sayah bisa meraih yang lebih tinggi dari sekarang. Amin….

Oks dey, sepertinya sayah harus beranjak dari kompi lemot kesayangan penghuni rumah ini. Dan inilah saatnya untuk maju.

Fi9Ht N4nA…!!!KaRna HaRi iNi tErLaLu iNdaH unTuK diBuRamKan…