Mega

Sudah beberapa hari terakhir ini setiap sayah berdiam seorang diri, sayah selalu teringat dia. Si kecil lucu dengan mata tajam dan senyum yang manis. Rasa ingin taunya yang besar membuat sayah begitu tertarik padanya. Terbayang wajah lucu, lugu, dan penuh semangatnya saat berhadapan dengan kamera. Begitu senangnya dia bergaya, dan selalu bagus hasilnya.

Kemarin, juga saat sayah berdiam seorang diri, sayah memejamkan mata, mencoba mengingat-ingat suara cerianya yang selalu menanyakan banyak hal pada sayah, pada mamanya, dan pada semua orang yang mendekatinya. Antusiasnya yang besar terhadap sesuatu yang baru membuat dia telihat cerdas dan menyenangkan. Setiap pertanyaan yang keluar dari mulutnya akan berulang terus-menerus sampai dia puas dengan jawaban yang dia dapatkan.

Entah sudah berapa lama tepatnya kami tidak saling bertemu. Samar sayah ingat, kira-kira sudah hampir 2 tahun perpisahan itu. Perpisahan yang tanpa pamit, tanpa pesan, dan tanpa tawa atau tangis yang terakhir. Begitu saja mereka pergi, dia dan mamanya. Begitu saja mereka meninggalkan kenangan yang menyenangkan walau itu hanya sejenak.

Kalau masih boleh kami bertemu, sayah ingin sekali memeluk dan menciumnya, Mega, si kecil lucu itu. Dan kalau tidak akan pernah kami bertemu, sayah hanya bisa berdoa, berharap supaya dia jadi anak yang tetap ceria dan penuh semangat, seperti dia yang pernah sayah lihat dulu.

so long to Mega, Mamanya Mega, dan Mahendra.

Leave a Reply