Archive for July, 2006

Terlambat Untuk Menyesal

Friday, July 28th, 2006

Kapanpun dan dimanapun, penyesalan itu selalu datang di akhir cerita. Sama seperti yang sayah alami sekarang ini. Saat nasi sudah terlanjur menjadi bubur, saat semua sudah terjadi, saat tidak ada lagi pilihan lain, sayah hanya bisa menyesali semua kebodohan sayah selama hampir setahun ini.

Semua berawal dari kejenuhan sayah akan hari-hari yang sayah rasa semakin buruk tiap detiknya, dimana sayah merasa tidak ada lagi yang bisa sayah andalkan untuk sayah jadikan pegangan dalam meniti balok kehidupan yang serasa semakin tipis dan seolah ingin menjatuhkan sayah dengan sekali guncangan. Sampai saat sayah merasa menemukan orang yang tepat yang sesuai dengan imaji sayah. Orang yang sederhana dan apa adanya, orang yang sangat santun dan penuh perhatian. Sayah kagum pada tutur bahasanya yang mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan.

Tapi ternyata sayah salah menilai buku hanya dari sampul luarnya saja. Setelah sayah menjalani hari yang serasa sangat panjang dan penuh liku bersamanya, barulah sayah tau bahwa dia bukan seperti yang sayah pikirkan selama ini. Dia bukan seorang dewasa dan bijaksana seperti kelihatannya. Dia sama rapuh dan lemahnya seperti yang lainnya yang pernah sayah kenal. Dia ternyata tidak jauh lebih kuat daripada sayah.

Entah kenapa sampai detik ini sayah masih sungguh menyayanginya. Meskipun semakin hari semakin sakit, tapi semakin sayah menyayanginya. Tapi dia seolah memaksa sayah untuk putus asa dan beranggapan bahwa semua tentang kami sudah tidak ada harapan untuk diperbaiki lagi. Dia membuat pikiran sayah dipenuhi oleh keinginan untuk mengakhiri hidup ini sesegera mungkin. Sayah bahagia jika orang yang sayah sayangi bahagia, dan kalau memang kebahagiaannya bisa dia dapatkan hanya dengan jauh sejauh-jauhnya dari muka sayah, sayahpun rela untuk pergi, selamanya, dan tidak akan kembali lagi untuk apapun dan siapapun juga.

Sejauh ini sayah sudah penuh kecewa dalam sepanjang hidup sayah. Kecewa pada semua yang pernah sayah alami dalam tiap hela nafas, pada semua yang pernah sayah kenal dan menemani sayah sepanjang hidup sayah, pada apapun yang pernah sayah lihat. dan sekarangpun sayah harus kecewa lagi pada kehidupan yang mau tidak mau harus diakui kebusukannya.

Allah…apakah Engkau ada? Lalu apa yang akan Kau perbuat dalam keadaan seperti ini? Atau Kau sedang merancang lagi satu kekecewaan buat sayah? Lakukan sesuatu yang tidak buram kalau memang Kau Maha Baik…jangan Kau pudarkan warna-warni cerah kehidupan sayah! Percuma saja Kau menghembuskan nafas kehidupan buat sayah kalau hanya untuk jadi boneka barbie-Mu yang dengan mudahnya Kau pindahkan, Kau mainkan, Kau angkat tinggi-tinggi, dan Kau jatuhkan keras sekali!

:=: mahaDHEWi :=:

Sunday, July 23rd, 2006

Image06kau tak akan pernah tau apa yang kau miliki hingga nanti kau kehilangan…

Mungkin sekarang kamu nggak nyadarin apa arti sayah hadir dalam kehidupan kamu. Tapi kelak jika kita sudah berpisah, maka kamu akan tau bahwa hanya sayah yang bisa mencintai kamu seperti ini. Suatu saat kamu akan menyadari bahwa sayah sangat berarti dalam hidup dan langkah kamu. Sayah pun gak bisa maksa kamu harus merasakannya sekarang, karena memang kesadaran dan penyesalan selalu datang di akhir episode. Tapi, kalo masih boleh sayah berharap, semoga semuanya belum seterlambat itu.

Sesungguhnya, dari hati yang paling dalam, sayah sayang kamu. Walau sulit menghilangkan gengsi ini untuk mengungkapkannya, tapi sayah berusaha untuk bilang bahwa sayah sayang kamu.

When It’s Over…

Wednesday, July 12th, 2006

Saatnya semua harus berakhir, dan sayah sama sekali gak tau apakah sayah akan bisa jatuh cinta lagi. Rasanya sayah sudah mau muntah dengan hal-hal yang berbau cinta. Semua itu hanya bikin pening kepala dan bikin hati luka. Mungkin ‘Dewi Cinta’ emang gak berpihak pada sayah, entah kenapa. Mungkin juga karena kesombongan sayah dalam bercinta. Baru kali ini sayah merasakan mencintai seseorang dari hati, dan kali ini juga sayah tau rasanya terluka yang bener-bener terluka. Sayah sadar kalo selama ini sayah sudah sering menyakiti hati orang, terutama hati dia yang dengan tulus mencintai sayah dan menjadikan sayah sebagai ‘kekasih hidup mati’nya.

Namun bagaimanapun juga, sayah tetep gak brani bercinta lagi. Terlalu lekat bayangan ini, menyiksa, merasuki setiap mimpi malam sayah. Rasanya sangat berat, dan harus diakhiri sampai disini. Bukan kalah, dan tidak mengalah, karena sayah tidak akan pernah puas sebelum semua ini terbalaskan dengan sempurna. Sayah hanya pergi, tak mau bersentuhan dengan cinta lagi, dan membuat dia sengsara hidup dan mati.

Mungkin sayah harus restart kehidupan sayah. Anggap saja sayah yang dulu sudah mati, jasadnya hilang ditelan bumi. Dan yang sekarang berada di sini adalah sayah yang baru, bereinkarnasi jadi nenek sihir jahat yang akan menghalalkan segala cara untuk membuat orang lain menderita. Hahahahahaha…

Selamat tinggal semua kenangan busuk!!!
Selamat datang kenyataan…hidup dengan normal…tumbuhkan rasa percaya diri…jadilah tegar…dan…tunggu apa yang akan terjadi…

Percaya Nggak Percaya

Tuesday, July 11th, 2006

Terserah kalo ada yang mau percaya, terserah juga kalo ada yang gak percaya. Tapi sayah udah ngalamin sendiri yang namanya karma. Dimana dulu sayah pernah menyakiti hati seseorang begitu dalam dan pastinya tak akan terlupakan olehnya, dan sekarang sayah tau gimana rasanya tersakiti yang lebih sakit dari sakit-sakit yang pernah sayah rasakan selama hidup sayah. Sekarang sayah hanya bisa berharap semoga karma ini hanya berakhir di sini saja. Jangan sampai ada orang lain, terutama orang yang sayah sayangi, ikut terkena imbas dari perbuatan sayah.

Sayah punya seorang adik laki-laki, dan sayah sangat sayang padanya. Sayah terus berharap semoga kelak saat dia dewasa, dia tidak bernasib sama seperti orang yang telah sayah sakiti itu. Cukup sekarang sayah saja yang ngrasain luka ini. Luka yang gak bakal mengering sampai akhir hayat sayah. Luka yang selalu memaksa sayah mengingat orang yang telah menyakiti sayah, juga memaksa sayah membencinya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Sayah patahkan segala sakit dan luka sampai sini agar tidak terus berlarut sampai besok…besok…dan besoknya lagi.

Setiap orang punya perasaan, tidak hanya punya otak saja. Emang semua harus dipikir dengan otak, tapi dalam mengambil keputusan, perasaan juga diperlukan. Tapi dalam keadaan seperti ini, sepertinya perasaan sayah sudah mati. Yang ada hanya statement bahwa "jika kamu merasa tertindas, maka kamu harus melawannya". Orang yang telah menyakiti sayah sendirilah yang pernah mengatakan hal itu pada sayah. Dan jika sekarang sayah merasa bahwa dia begitu menggebu menindas sayah, maka dengan berat hati sayah harus melawannya, apapun caranya, baik atau buruk itu, dan gak peduli sama resiko yang bakal terjadi nantinya.

Akan sayah tempuh segala cara untuk bisa membuat dia menyadari bahwa dia telah sangat dalam menyakiti sayah, menghancurkan segala mimpi dan harapan sayah terhadapnya. Sayah sudah muak dan lelah dengan segala permainan ini. Sayah harus bangkit, berdiri tegak, dan maju menyerang. Sayah harus bisa!

Dan yang bisa sayah doakan hanyalah supaya ini juga berakhir sampai disini saja, antara sayah dan dia. Semoga tidak ada yang terkena karmanya dikemudian hari. Tidak dari pihak sayah, tidak juga dari pihaknya. Dan sayah pun gak mau sampai mengeluarkan kutukan yang kejam terhadap siapapun.

Akhirnyah…

Sunday, July 9th, 2006

Setelah dengan penuh harap cemas menantikan balasan gol dari Itali untuk Perancis, akhirnya pertandingan berakhir dengan keunggulan Itali. Untunglah pilihan sayah tepat. Dan untunglah dukungan pak SBY kali ini tidak membawa sial bagi yang bersangkutan. Hehehehehe…

Dan hari ini sangat tenang. Bangun siang hari keadaan masih sepi. Semua masih merebahkan tubuh mengistirahatkan otak yang telah diforsir sampai subuh tadi. Hanya ada sayah sendiri di depan kompi kesayangan kami ini. Dan hanya ada sayah sendiri yang sedang kelaparan, gak tau harus gimana, karena sayah juga lagi bokek. Hehehehe…kecian de lu!

Sepertinya hari ini tidak akan buram. Perasaan sayah mengatakan kalau hari ini bakal jadi hari yang baik dan patut untuk dinikmati…

Liat ajah nanti…

Apa Siiihh??

Sunday, July 9th, 2006

Setelah beberapa waktu alpa dari dunia per-blog-an, akhirnya ada juga kesempatan buat sayah kembali menuangkan kata-kata hangat dalam gelas blog ini. Selamat menikmati…

Beberapa hari yang lumayan melelahkan tapi juga sangat menyenangkan. Sekarang sayah tak lagi hanya berbengong diri sajah di rumah, karna sayah sudah punya kesibukan yang lumayan membuat sayah melupakan segala kepenatan yang sebenernya sedang ada saat ini. Dan ini sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental sayah, juga dia yang kemana-mana selalu bersama sayah. Duh senangnyah hati sayah…

Di tempat sayah yang baru ini sayah tidak banyak bicara seperti yang sudah-sudah. Hanya untuk menghindari konflik, walaupun sayah rasa orang-orang di sana tidak ada yang suka berkonflik. Rasanya trauma banget sama kejadian minggu lalu. Padahal sayah sudah tau kalo wanita itu mulut, ati, dan mukanya ada dua, tapi tetap saja sayah tertipu oleh wanita, lagi-lagi.

Tapi lupakan sajah hal-hal yang bikin hari jadi buram itu. Sekarang yang penting sayah akan mewarnai hari-hari sayah dengan merah, kuning, dan hijau kehidupan. Jadikannya cerah di setiap detiknya.

Saat ini sayah sedang duduk di depan kompi yang semakin hari semakin lemot dan bikin orang naik darah. Pasalnya, bukan hanya loading yang lambat saja, tapi juga mouse yang amat sangat menyebalkan ini membuat sayah jadi tidak nyaman melakukan apapun dengan kompi ini. Ditambah lagi saat ini koneksi lagi down. Jadi lengkap sudah kekesalan sayah pada kompi ini.

Ada satu lagi yang bikin sayah jadi gak bersemangat. Sayah sedang dalam dilema memilih antara mendukung Itali atau Perancis. Saat sayah sudah mengambil keputusan untuk lebih condong ke Itali, sialnya, mereka malah mengecewakan sayah. Satu gol penalti di awal pertandingan oleh Zidane. Huh! Gara-gara SBY dukung Itali, jadi sial deh Italinya. Tapi sebenernya seh waktu masih panjang, dan sayah pun masih bisa berharap Itali jadi juara dunia. Tapi ini bukan berarti sayah mendukung SBY ya…hehehe…!

Apa lagi ya yang mau sayah ceritakan. Kayanya itu ajah dulu deh. Soalnya saya ngrasa cerita sayah semakin kesini semakin buram. Biar sayah cerahkan dulu otak sayah, supaya cerita sayah pun jadi cerah.

See ya…