Archive for January, 2006

Sunday, January 22nd, 2006

Sudah kurang lebih dua bulan ini aku hidup dalam ketidak teraturan. Jarang terkena sinar matahari pagi membuat semangat ini melemah. Tidur subuh, bangun tengah hari,berkutat dengan kompi, sarapan sore hari, tidur lagi sehabis maghrib, bangun dini hari, memberi sedikit sentuhan lagi pada si kompi, tidur lagi subuh, dan begitu seterusnya. Sangat tidak sehat bukan? Aku sangat ingin memperbaiki pola hidup penuh resiko seperti itu, tapi prosentase rasa malas jauh lebih besar ketimbang keinginan itu.
Dengan mata kepalaku sendiri aku sudah melihat akibat dari pola hidup seperti itu. Aku tau resikonya, dan aku juga merasa takut. Namun lagi-lagi prosentase rasa malas mengalahkan rasa takut itu. Dan walau bagaimanapun juga aku berusaha untuk memperbaiki ketidak teraturan hidupku ini, tetap saja dari hari ke hari aku menjalani rutinitas yang sama. Sangat buruk!!
Tapi aku masih tetap berusaha mengubur dalam-dalam rasa malas itu. Masa seorang NaNa tidak bisa se-produktif yang dulu lagi…

“dan ternyata cinta…yang menguatkan aku…”

Wednesday, January 11th, 2006

meskipun marahnya aku pada dia…sakitnya hatiku oleh dia…sempat benci dan ingin pergi dari dia…tapi aku tidak bisa jauh dari dia…tidak bisa tidak memikirkan dia…tidak bisa diam pada dia…ternyata cinta yang menguatkan aku…

aku sering merasa dia tidak nyaman lagi ada dekat aku…aku sering berpikir harus meninggalkan dia agar dia bisa tersenyum lagi…tapi ternyata aku salah…dia senang dekat aku…dia ingin selalu ada aku bersama dia…dan lagi-lagi cinta yang menguatkan aku…

aku selalu buruk sangka…tanpa alasan aku marah pada dia…aku tidak dewasa bukan???…dan dia dengan sabar memberikan penjelasan kepada aku…karena cinta yang menguatkan dia…

dan sekarang…aku…dia…satu…sudah diikat…tidak boleh dilepas lagi…dan ternyata cinta yang menguatkan kita…

buruk…buruk…buruk…

Sunday, January 1st, 2006

semuanya terasa buruk…!!!
buruk…
buruk…
buruk…
buruk…
males…
males…
males…
males…
males…
males…
males…
males…
males…
sepi…
sepi…
sepi…
sepi…
sepi…
sepi…
sepi…
sepi…
sepi…
pengen diem…
selamanya…
nggak bersuara lagi…
nggak tertawa lagi…
dan yang paling penting…nggak nangis lagi…!!!