Ini adalah tentang saya
dan acara Food Not Bombs Malang yang baru pertama kali ini diadakan di
kota kami. Memang kami perlu bantuan dari kawan-kawan yang lain yang
sudah lebih paham soal FNB, karena sepertinya acara kami ini gagal
dalam visi dan misi.
05 September 2007
Hari ini saya berkunjung ke StreetRock dengan tujuan
menemui Mas Cipeng untuk daftar acara kolektif Punk n Hardcore Fest
2007. Ternyata orang yang saya cari nggak ada, malahan saya ketemu sama
Ardi dan Mas Antok Celenk. Secara kami sudah lama nggak ketemu, jadi
banyak hal yang kami bicarakan, termasuk tentang Food Not Bombs (FNB)
yang makin marak di Indonesia. Tentang keinginan saya untuk mengadakan
FNB tanpa embel-embel acara band atau apapun, benar-benar membagikan
makanan secara gratis…tis… untuk semua orang dari semua kalangan, nggak
nyangka ternyata mereka merespon positif celetukan saya tadi.
Tanpa banyak basa-basi kami langsung bicara-bicara
soal perealisasian acara itu. Semua mendadak, membuat kami agak berat
memikirkan bahan makanan, peralatan, juga tenaga yang kami butuhkan.
Tapi kami optimis dan langsung ambil bagian masing-masing. Mas Celenk
memilih untuk mengkoordinasi tim StreetRock dan mengambil bagian
sweeping sayuran ke pasar Gadang. Sementara saya memilih mengkoordinasi
tim Blimbing untuk cari donatur sukarela. Deal!
Malam tadi, saya dan Verdy langsung bikin selebaran
untuk propaganda sekaligus menjaring donatur sukarela dan volunteer.
Bahasanya memang aneh dan nggak bagus, tapi saya rasa cukup mudah untuk
dipahami.
Hasil hari ini:
Dan sekarang sudah 23:10, saya ngantuk, mau tidur, besok pagi harus kerja.
To Riyano: Nite beib, nice dream, cepet sembuh ya, alazu…
06 September 2007
Sepulang kerja saya langsung meluncur ke StreetRock.
Sepertinya tekad ini sudah bundar bulat untuk merealisasikan FNB di
MLG. Nggak sampai lama nunggu, Mas Celenk sudah datang, dan acara
bicara-bicara pun dimulai. Selebaran semalam disetujui dan segera
difotocopy. 1 Lembar ditempel di kaca StreetRock dan yang lain
disebarkan pada orang-orang yang terlihat di depan mata. Anak-anak SMU
lagi kongkow, riuh, ramai bercanda. Hanya sekilas mereka melirik
selebaran itu, lalu meninggalkannya begitu saja di atas meja
warung-rada-gaul itu. Kami kumpulkan kembali selebaran yang berserakan
itu sambil senyum-senyum nggak jelas. Beberapa kawan yang datang dan
pergi, ada yang tertarik untuk jadi volunteer, ada juga yang langsung
memberi donasi. Walau nggak sesuai persis sama yang kami butuhkan,
nggak apa-apa lah untuk awal yang serba kilat ini, pasti memang banyak
kekurangan dan kesalahan. Mudah-mudahan untuk yang selajutnya akan
lebih baik lagi.
Ah ya, menjelang malam tadi Mas Celenk SMS ngasih
kabar kalo ada yang mau ngasih beras. Wah nggak nyangka kalo kegiatan
kami dapat respon sepositif ini dari banyak orang.
Selamat bergerak, Bro!
Hasil hari ini:
To Riyano: Miss u full beib…jaga kesehatan, istirahat, makasih sudah nemenin saya tadi siang, alazu…
07 September 2007
Hari ini sebagian kawan berangkat ke Bali. Nggak tau
deh acara apa, yang pasti kabarnya KidsNextDoor dan Begundal Lowokwaru
manggung di sana. Ini berarti pergerakan ekstra bagi tim yang tersisa
di MLG.
Banyak protes dan sanggahan kiri kanan waktu saya
menyebarakan selebaran FNB sederhana yang sudah kami buat dan setujui.
Berbagai macam pertanyaan yang susah untuk saya jawab secara saya belum
paham benar tentang FNB secara panjang-lebar-tinggi. Mungkin bagi
mereka yang merasa nggak puas dengan jawaban saya, selebaran dan acara
ini cuma bullshit.
-
Tentang sasaran kami, yaitu makanan gratis ini untuk
SEMUA, dianggap foya-foya, yang menurut mereka lebih baik diadakan
makanan gratis untuk ORANG TIDAK MAMPU sekalian amal. Walau saya sudah
menjelaskanbahwa ini BUKAN ACARA AMAL, tetap saja mereka nggak mau tau.
-
Tentang prinsip vegetarian yang memang begitu di FNB
mana saja, yang menurut mereka nggak pantas kalau kami sendiri yang
belum menjadi vegetarian ini membawa-bawa isu penolakan eksploitasi
hewan. Ini pun sudah saya jelaskan bahwa kami nggak memaksa orang untuk
jadi vegetarian, tapi tetap saja saya terlihat salah.
-
Tentang legal atau tidaknya acara ini yang menjadi keraguan beberapa orang untuk dengan ikhlas menjadi donatur sukarela.
Itu semua seharusnya menjadi penyemangat saya untuk
menggali lebih dalam apa-itu-FNB. Namun hari ini saya penat sekali,
sehingga mengkategorikan semua protes dan sanggahan itu sebagai hal
yang nggak penting. Besok akan saya usahakan memperdalam apa-itu-FNB
supaya bisa memberikan jawaban yang 99,9% memuaskan bagi mereka.
StreetRock sepi saja sore tadi. Hanya saya dan Arham
yang membuahkan hasil. Baguslah, walau itu masih jauh dari cukup untuk
memenuhi kebutuhan acara ini.
Hasil hari ini:
To Riyano: Maaf ya beib, tadi saya kasar sama kamu, alazu full beib.
08 September 2007
Saya pribadi nggak bergerak hari ini. Entah Arham.
Saya nggak sempat ke StreetRock untuk ketemuan sama tim StreetRock. Di
Blimbing sendiri juga sepi saja. Yang tadinya ditargetkan 5 orang di
tim Blimbing, ternyata hanya saya dan Verdy saja yang benar-benar
bergerak, walau belum membuahkan hasil yang baik.
01:21 dan saya masih belum juga bisa memejamkan
mata. Terlalu banyak hal yang menjadi isi dalam otak saya saat ini.
Saya nggak mau itu semua jadi penghambat langkah maju saya.
To Riyano: Lagi bobo’ ya beib? Saya kangen kamu banget, alazu…
09 September 2007
Hari ini nggak ada yang saya lakukan untuk FNB. Ah ada, hanya posting softcopy selebaran FNB ke Multiply.
Itu juga atas request dari Rudi. Betul juga sih, supaya penyebaran
selebaran itu lebih cepat, mudah, dan gratis pula…hehehehe..
To Riyano: Butuh kamu banget nih, beib…
10 Sepetember 2007
Meski nggak sempet mampir ke StreetRock, lantaran
sibuk sama The Jak Mania yang pada mau berangkat ke kediri, tapi saya
sudah update perkembangan kami. Info terakhir, bahan dan barang yang
sudah kita dapat:
-
Air mineral 5 kardus
-
Garam dan gula
-
Uang, total Rp. 15.000,-
Nggak apa-apa lah kalem-kalem. Kalo sudah niat, apapun yang terjadi ya tetep harus kita jalani kan?!
Rencananya besok semua tim kumpul di StreetRock
seperti kemaren-kemaren. Kami akan membahas pelaksanaan acara lebih
lanjut dan lebih dalam.
To Riyano: Makasih udah temenin saya hari ini, alazu beib...
11 September 2007
Hari ini kami kumpul di StreetRock seperti biasanya. Sampai agak sore kami bicara-bicara soal teknis acara besok. Hasilnya:
-
Masak-memasak diadakan di rumah saya
-
Jam 8 besok pagi semua ngumpul di rumah saya untuk ikut bantu-bantu
-
Sayuran disweeping nanti malam di pasar Gadang oleh Mas Celenk dan Gundhul
-
Berangkat dari rumah saya jam 2, kumpul di StreetRock dulu
Sementara kelengkapan kebutuhan sudah 90%:
-
Tambahan air mineral gelas 2 kardus, jadi total 7 kardus
-
Bumbu dapur (bawang merah-putih, lombok, garam, gula, kecap, minyak goreng, minyak tanah, merica)
-
Beras 10 kg
-
Daun pisang (pengganti piring, karena kami belum punya persiapan alat makan)
-
Termos nasi, panci, dan alat masak lainnya
-
Uang dari donatur sukarela total: (15000+25000+50000)-(10000+10000+12000) = 58000
Berarti besok FNB-nya bener-bener jadi. Saya lega banget setelah beberapa hari ini deg-degan. Senang rasanya.
To Riyano: Beib, jadi beib acaranya…hiks…senangnya…alazu beib…
12 September 2007
Ini harinya, saya sedih karena saya nggak bisa ikut
kawan-kawan yang lain kerja, masak-memasak di rumah saya, secara saya
harus tetap masuk kerja hari ini. Saya kebagian bikin selebaran tentang FNB yang akan dibagikan di lokasi sorenya. Saya kopicopy paste tulisan tentang FNB dari Pustaka Otonomis,
lalu saya tambahkan sedikit pemberitahuan buat kawan-kawan. Selebaran
itu saya fotocopy sebanyak 50 lembar saja lantaran uang kas di saya
hanya tersisa Rp. 8.000,- saja. Untungnya ada tambahan donatur Rp.
5.000,- jadi bisa untuk tambahan fotocopy.
Siangnya sepulang kerja saya langsung meluncur ke
StreetRock, menunggu kawan-kawan yang dari rumah saya datang sambil
saya melipat-lipat selebaran di warung gorengan samping StreetRock.
Setelah mereka datang lalu mengambil air minum di StreetRock, langsung
kami meluncur ke Alun-alun Malang.
Di Alun-alun kami mempersiapkan tempat, menata
makanan, dan melipat daun-daun pisang untuk dijadikan tempat makan.
Sebagian menggambar logo FNB, sebagian lagi menyebarkan selebaran yang
sudah saya fotocopy tadi. Beberapa orang terlihat nggak sabar saat tau
kalau acara itu adalah acara ‘Makan Gratis Untuk Semua’.
Yang tadinya direncanakan makanan itu dibagikan oleh
kami sendiri, ternyata malah jadi prasmanan yang mengakibatkan tidak
teraturnya pengambilan nasi dan lauk, sehingga saat nasi dan lauk itu
habis masih ada beberapa orang yang juga sangat membutuhkan makanan
gratis itu yang nggak kebagian. Sedih rasanya karena ternyata kami
belum bisa memberikan yang maskimal untuk acara ini. Tapi ini semua
jadi pembelajaran buat acara selanjutnya yang rencananya akan kami
adakan 2 minggu sekali.
Kawan yang datang hari ini lumayan banyak juga, dan
mereka semua pada akhirnya mengalah untuk tidak ikut makan. Kami senang
karena bisa membuat orang lain senang. Walau sebenarnya acara kami ini
bisa dibilang GAGAL, karena kami gagal memberi pengertian tentang
apa-itu-FNB pada orang-orang yang ada di sekitar situ. Malah terlihat
seperti acara amal jadinya.
Untuk semua kekurangan dan kesalahan itu, kami
mengadakan evaluasi setelah lokasi FNB kami bersih dari sampah. Kami
berkumpul di bawah salah satu pohon rindang di pinggir Alun-alun MLG.
Kami bicara-bicara lagi soal teknis FNB MLG selanjutnya, sekalian kami
mengambil bagian masing-masing pada tugas-tugas yang harus ada dalam
pelaksanaan selanjutnya. Ada sekitar 22 nama yang sudah menuliskan
nomer kontak mereka, yang juga pada akhirnya menjadi volunteer tetap
FNB MLG.
Rencana kumpul selanjutnya, hari Sabtu, 15
September, di StreetRock, base camp sementara sebelum kami mendapat
tempat yang pasti.
Hasil hari ini:
-
Nantinya semua sumbangan berupa apapun akan diarahakan ke rumah saya
-
Masak-memasak untuk sementara tetap di rumah saya
-
Yang sudah terkumpul untuk acara selanjutnya adalah
beras sekitar 3 kg-an, sisa air mineral 3 kardus, dan uang kas Rp.
49.000,- (sisa 29000 dan dari donatur hari ini 20000)
Nggak lupa saya ucapkan terimakasih untuk
kawan-kawan yang sudah dukung acara ini. Saya nggak sebut namanya satu
per satu karena begitu banyak yang mendukung acara ini. Juga
terimakasih buat mas Sigit dari Jogjakarta yang sempat kirim SMS ke
nomer saya dan ingin juga mendukung acara kami selanjutnya.
To Riyano: Seneeeeng banget deh beib…eh ya, si
Macan dateng pas kita dah bubaran mau pada pulang. Rebel n Shildam
seneng banget di Alun-alun…hihihi lucu deh…
YEAHHHH!!! senangnya ternyata di Malang ada juga FNB! I really excited!
kalo ada yang bisa saya bantu kabarin yaa…
hugs!
FNB: This is Solidaritry NOT charity!!!
kalo bisa acaranya di adain rutin yah minimal dua minggu sekali kalo bisa…
kabarin ya kalo perlu bantuan…
love n anarchy
salut…
ada banyak jalan membangun solidaritas (ukhuwah) antara sesama, mungkin saja usaha mu ini merupakan satu jalannya.
kalaupun bukan, jangan pernah berhenti, karena jalan lani akan bisa ditemukan….
jangan pernah capek untuk sesuatu yang kita yakini dapat mendatangkan kebaikan bagi sesama….